Banyak perguruan tinggi mengalami pola yang sama: beberapa bulan menjelang batas waktu, tim LPM bekerja lembur mengumpulkan bukti, menyusun LED, dan mencocokkan angka dari berbagai unit.
Masalah yang sering terjadi
- Pimpinan tidak tahu seberapa siap institusinya, sehingga masalah baru terlihat ketika tenggat sudah dekat.
- Bukti tersebar di folder bersama dan grup percakapan, nama berkas tidak seragam, dan SK yang kedaluwarsa tidak ada yang mengingatkan.
- Satu syarat perlu yang gagal bisa menutup peringkat yang dituju, dan sering baru ketahuan saat penilaian.
- Jumlah mahasiswa, dosen, dan lulusan di laporan internal berbeda dengan PDDikti.
Mengapa ini terjadi
Akreditasi masih diperlakukan sebagai proyek musiman, bukan pekerjaan rutin:
- 1Indikator IAPT 4.1 belum dipetakan ke unit, PIC, dan bukti yang dibutuhkan.
- 2Dokumen tidak punya penanggung jawab, status validasi, dan masa berlaku.
- 3Data internal dan PDDikti dikelola terpisah dan tidak pernah direkonsiliasi.
- 4Tidak ada ukuran kesiapan yang bisa dipantau pimpinan setiap bulan.
Solusi yang perlu dilakukan
- Petakan seluruh indikator ke unit dan PIC sejak awal siklus.
- Kelola bukti di satu pustaka dengan pemilik, versi, dan masa berlaku.
- Pantau syarat perlu secara khusus, jangan menunggu simulasi akhir.
- Rekonsiliasi data dengan PDDikti secara berkala.
- Gunakan satu indikator kesiapan yang ditinjau pimpinan secara rutin.
Bagaimana Akredia membantu
Akredia dari Rucisoft menjadikan persiapan akreditasi terukur sepanjang tahun:
- Dasbor pimpinan dengan Indeks Kesiapan Akreditasi dan proyeksi skor.
- Peta instrumen IAPT 4.1 (39 indikator) beserta pemantauan syarat perlu.
- Pustaka bukti berversi dan tervalidasi, dengan pengingat masa berlaku.
- Penyusunan LED, tabel LKPT, dan rekonsiliasi PDDikti dalam satu tempat.
Mulailah dari webinar gratis Rucisoft Academy, atau ikuti workshop praktik menyusun peta bukti, LED, dan rencana tindak lanjut akreditasi bersama tim Anda.