Di banyak klinik, petugas sudah bekerja keras sejak pagi. Namun antrean tetap panjang, dan setiap akhir bulan tim harus lembur untuk menyusun laporan.
Masalah yang sering terjadi
- Pasien lama menunggu map rekam medisnya ditemukan, atau dibuatkan nomor RM baru karena mapnya hilang.
- Data kunjungan ditulis di buku klinik, lalu diketik ulang ke P-Care, dan kini juga harus dikirim ke SATUSEHAT.
- Stok obat dicatat di kartu manual. Stok kosong baru ketahuan saat resep datang, dan obat kedaluwarsa tertinggal di rak.
- LB1, sepuluh besar penyakit, SIPNAP, dan KBK dihitung dari buku register.
Mengapa ini terjadi
Setiap bagian klinik bekerja dengan catatannya sendiri:
- 1Riwayat pasien tersimpan di map fisik yang harus dicari.
- 2Sistem klinik tidak terhubung ke BPJS dan SATUSEHAT, sehingga data dipindahkan manual.
- 3Kartu stok tidak mencatat batch dan tanggal kedaluwarsa.
- 4Laporan dihitung ulang dari buku, bukan dari data layanan.
Solusi yang perlu dilakukan
- Satukan pendaftaran, pemeriksaan, farmasi, laboratorium, dan kasir dalam satu alur data.
- Beralih ke rekam medis elektronik dengan kode diagnosis yang baku.
- Kirim data kunjungan ke sistem pemerintah tanpa input ulang.
- Kelola stok per batch dengan prinsip FEFO (yang lebih dulu kedaluwarsa, keluar lebih dulu).
- Buat laporan langsung dari data layanan.
Bagaimana Ruci Medika membantu
Ruci Medika dari Rucisoft menyatukan alur klinik dari pasien datang sampai pulang:
- Pendaftaran dan antrean per poli, dengan layar TV dan panggilan suara.
- Rekam medis elektronik: asesmen awal, SOAP, ICD-10, dan ICD-9-CM.
- E-resep dan stok farmasi per batch dengan kedaluwarsa, serta hasil laboratorium.
- Integrasi BPJS P-Care dan SATUSEHAT, plus laporan LB1, KBK, SIPNAP, dan indikator mutu yang tinggal dicetak.
Mulailah dari webinar gratis Rucisoft Academy, atau ajukan pelatihan dan pilot 30 hari untuk klinik Anda.